Ulang Tahun Mas Anto ke 60









Mas Anto atau lengkapnya "Arianto Toegiyo" mengadakan syukuran ulang tahun yang ke 60. Sebagai "kepala suku" tentu kami menghadiri undangannya dengan penuh suka cita.. plus mendoakannya agar diberi kesehatan, umur, rizqi dan kehidupan yang berkah serta senantiasa sekeluaga dalam lindungan Allah SWT. Didampingi isteri, putera-puterinya, ibu mertua, dan kerabatnya.. ulang tahunnya sangat meriah.. Apa lagi teman-teman Alumni Mapala UI yang merupakan kegiatan Mas Anto di masa kuliah turut hadir bergembira.. dan tak kalah seru, karena ada kita-kita juga teman yang bisa dibilang "satu gank" he..he.. (udah "umur" masih gank-gankan segala.. hi..hi..) Ada Hetty yang nyanyi lagu.."Sabda Alam" dam lagu jadul lainnya. ada Mbak Bunga yang nyanyi lagu dangdut, trus ada Mbak Ina yang nyanyi lagu "sweet romatic". Dan tak kalah seru ada jogetnya.. mulai dari poco2, sajojo, chacha.. sampai salsa.. dipandu oleh guru tari kita.. Hetty.

Oh ya, ada panen ikan juga lho.. Mas Adit sampai turun ke kolam.. untuk meraup ikan, lumayan ..bisa dibawa pulang.. besok2 isteri gak perlu belanja untuk lauk ikan selama seminggu.. he..he..

Hadiah ulang tahun dari kami.. untuk Mas Anto, yakni Gambar karikatur. Lucu gambarnya. Senang ngelihatnya.. karena yang ada digambar digambar ini semua langsing-langsing !



Undangan dari Mas anto :

Salam boewat seluruh kontjo-kontjo dan para handai tolan..

Adapoen kami bermaksoed oentoek mengoendang Bapak dan Ibu sekalian untuk menghadliri atjara daripada Sjoekoeran Oesia Bonus jang djuga menjambut datangnja KTP seoemoer hidoep daripada Saja (7 Djanuari 1950 - 7 Djanuari 2010).

Berkenaan dengan tanggal dan tempat, karena tanggal 7 Djanuari,
jang mana hari itoe di almenak jatuhnja hari Khamis dan bukannja tanggal merah alias hari libur, maka temtu sadja sulit bagi para tetamu yang belum "gepensioneerd" oentek hadlir, karena masih dines.

Oentoek itoe maka hari jang kami temtukan adalah:

Hari/Tanggal : Minggu, 10 Djanuari 2010
Pukul : 11.00 - usai
Tempat : "ROEMAH GADOG", Jl. Raya Gadog - Ciawi (bisa lihat denah terlampir).
Demikian Oendangan ini kami sampaiken agar jang dioendang dapet menghadlirinya.

Atas kedatengannja kami sak belonnja mengucapken diperbanjak terima kasih.

Kamsia dan wassalam takzim,

a n t o


PS. Djangan lupa bawa badju ganti, karena akan panen ikan..
..kalau mau mantjing djuga boleh..(bawa pantjing sendiri lho)..

Jalan-jalan Ke Cirebon



WISATA KULINER DAN KE KAMPUNG BATIK

Bosan weekend di Bandung atau Puncak? Ini ada alternatif lain jalan-jalan seru sambil berwisata kuliner dan belanja batik, yakni ke Cirebon. Bisa pulang pergi naik Cirebon Express, berangkat pk 06.00, pulang pk 18.30. Dengan harga karcis kelas Eksekutif Rp 150.000 (PP) , di Cirebon kita bisa menikmati panganan khas yang lezat-lezat (semua). Ada Empal Gentong, Nasi Lengko, Sate Kambing, Mie Koclok (bukan kocok) , dll.

Dari Jakarta, begitu selesai Subuh, siap-siap berangkat ke Gambir. Pk 05.30 Tiba disana.. sudah ada teman-teman sekampus, yakni Mas Anto, Mbak Tuty, Mas Ikrar, Mbak Taty dan Mas Mukti. Lalu disusul Mbak Susi, dan “last minute” Mbak Bunga yang datang tergopoh-gopoh.. nyaris telat. Kereta mau berangkat pk 06.00. Eh dia baru datang 10 menit sebelumnya.. katanya semalam gak bisa tidur.. dan niat mau gak ikutan.. tapi akhirnya berubah pikiran.. jadilah terburu-buru.. Oh ya, Tidak lupa bawa bekal. Mbak Taty bawa roti, aku bawa Lalampa (Lemper Menado) dan Sambosa. Mbak Tuty rupanya penuh dengan persiapan matang, dia bawa satu termos besar isi wedang jahe, dan lontong..

Keretanya lumayan bersih dan nyaman.. yah anggap aja naik TGV.. begitu kata Mbak Taty. Kalau Mas Ikrar cerita, katanya pernah naik Shinkanzen.. saking lajunya, sampai air di gelas tidak bergoyang.. tapi gak apa-apa deh naik kereta PJKA juga sudah senang, apalagi sama teman-teman serombongan.. seru banget. Ngobrolnya ya biasa deh obrolan anak politik ada Mas Budiarto “Kompas” Shambazy dan Ikrar “LIPI” Nusa Bhakti yang sibuk ngebahas soal “Century Gate”. Juga Mbak Bunga “Adan Buyung” yang ikutan ngebahas soal KPK dan POLRI. Komentatornya Mas Anto dan Mbak Taty dan Mbak Tuti. Moderatornya Mas Mukti. Aku dan Mbak Susi cukup menjadi pendengar yang baik.. Kalau Mbak Sari melakukan meditasi “inner journey” alias tidur.. he..he.. Capek bicara politik, lalu Mas Ikrar yang jadi sasaran ledekan.. maklum dia lagi “berbunga-bunga..” duh senangnya.. Kita turut berbahagia.. semoga sakinah, mawadah warohmah, apa lagi orangnya amanah, fatonah dan istiqomah.. he..he..


Tiba di Cirebon pk 09.15. Kami langsung menuju ke mobil sewaan (Suzuki APV). Kami menyewa 2 mobil tersebut. Kebetulan rombongan belum sarapan.. (kalau tadi di kereta namanya bukan sarapan, tapi ngemil) jadi, langsung mencicipi Empal Gentong “Ibu Dharma” yang letaknya di Jalan Slamet Riyadi, tidak jauh dari stasiun kereta.. Kata sang supir empal disini enak.. dagingnya empuk, kuahnya tidak terlalu kental dan rasanya segar. Mas Ikrar bingung, koq empal begini, ada kuahnya? Ini sih namanya soto. Kalau empal tuh yang digoreng, begitu katanya. Mungkin maksudnya Empal Gepuk. Lain lubuk lain ikannya mas.., lain daerah lain ciri khas masakannya.. Nah kalau gak kesini kan gak tahu salah satu kekayaan kuliner di Indonesia.


Selesai sarapan, lalu menuju ke Ke Obyek Wisata Cibulan di derah Kuningan, tepatnya di Desa Maniskidul. Terdapat kolam seluas 600 meter 2 yang dibangun tahun 1939. Luas Areanya 5 ha, ditumbuhi pohon-pohon yang tinggi dan rindang. Airnya dingin dan jernihh sekali , dengan dasar kolam berbatuan. Kita bisa berenang bersama Ikan Kancra Putih yang dijuluki Ikan Dewa. Mbak Bunga awalnya ingin berenang bersama ikan, tapi “dimarahin” sama Mbak Taty. Katanya nanti heboh, he..he..



Dari kolam renang, kami menuju ke Rumah Linggarjati. Di Jaman Jepang, Rumah tersebut adalah hotel, lalu setelah merdeka, dijadijkan tempat berlangsungnya perundingan Linggarjati. Didalamnya terdapat foto, diorama dan perabotan yang digunakan selama acara perundingan berlangsung. Rumahnya masih terwat dan cukup bersih, kami menumpang sholat disini. (Dua tahun yang lalu, saya pernah berkunjung ketempat ini, berikut hasil liputannya : http://intasari.blog.friendster.com/2007/06/perundingan-linggarjati/ ).

Seusai menikmati “sejarah’ perjuangan pendiri bangsa yang berunding untuk menjadi Indonesia merdeka secara utuh, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan Pk13 lewat. Sambil jalan, iseng-iseng aku buka Facebook. Ada komentar dari Mas Omen tentang satusku di FB tentang jalan-jalan ke Cirebon :

Omen Norman Soni Sontani
Selamat datang di kampung halamanku.. Jangan kelewat sate kambing yang di jalan gunung sari , itu sate kambing paling enak sedunia :-)) . Di tempat nasi lengko Pagongan juga enak satenya. Sate di Cirebon rasanya laen , cara memanggang , kecap dan sambelnya laen. Wah jadi ngiler..

Terima kasih utnuk teman-temanku yang lain di FB. Ada juga teman SMAku yang kasih komentar, Eko Birawanto dan Dento. Ini dari Tira Merangin :
Empal gentong n nasi jamblang yg enak dkt hotel Grage cirebon meit...trus kalo mau spa air di htl grage kuningan deh...muantaap!!
Beli oleh2 tape dll di "toko Kita" di kuningan..jgn lupa beli manisan "bunga rosela"..hhhmm pokoknya asyik deh..!have a nice time dear..

Hmm.. boleh juga masukan dari teman-teman di FB. Meski sudah waktunya makan siang, tapi kami menyempatkan diri mampir terlebih dahulu untuk beli oleh-oleh. Ada banyak pilihan toko oleh-oleh.. bingung cari toko yang diusulkan Tira, akhirnya kami ke “Teh Diah”,, beli rengginang keju, kerupuk, opak, dodol, manisan, Kami juga beli Jeniper, yakni minuman botol ada yang dalam bentuk sirup dan ada juga yang siap minum seperti UC 1000. Oh ya maksudku, juniper itu Jeruk Nipis Peres.. Diminum dingin-dingin hmm segar.. Mas Anto beli kerupuk kulit ikan.. Mas Ikrar beli segala macam oleh-oleh.. waduh.. kalau perlu tokonya sekalian dibeli… he..he..

Tibalah saatnya makan sate kambing. Si Pak Supir berhenti di Resto Simpang Tiga. Katanya menunya lebih variatif, ada ayam, daging sapi dan ikan. Berhubung gak semua mau makan daging kambing.. eh cuma satu yang gak mau.. yang lainnya ternyata suka. Mbak Bunga nyoba Soto Dengkil. Mbak Taty, sate ayam. Yang lain pesan sate dan sop kambing. Mas Ikrar pesan gulai. Hmm.. enak gila! Daging satenya empukk dan gak bau kambing. Makanan yang dipesan langsung habis.. tidak berlebihan pesannya takut mubazir tapi selain itu juga karena sudah pada lapar.. Pesan untuk 10 orang plus dua supir habisnya cuma Rp 196.000 saja.



Tibalah saatnya belanja.. Rombongan menuju ke Kampung Batik di daerah Trusmi (mungkin Trust Me, kali ya..?). Disini kami menghabiskan waktu hampir 3 jam. Memilih dan memilah batik. Mas Ikrar panik.. beli ini itu untuk orang-orang tercintanya.. Batik disini bagus-bagus, disainya antik. Ciri khasnya Mega Mendung. Tapi yang bukan Mega Mendungpun bagus. Aku dapat Batik Tulis Mega Mendung, warna langka dengan desain kecil-kecil (sengaja gak mau pilih corak besar) seharga Rp 55.000. Terus, sarung batik tulis ala kompeni seharga Rp 75.000, rok batik Rp 60.000, dan kain batik print seharga Rp 40.000. Aku pilih yang harga terjangkau tapi bagus.. Yang mahalpun ada dari 400.000-900.000. Disini batiknya gak sampai jutaan.. tapi semuanya bagus-bagus. Dan designnya gak massal. Hampir setiap batik corak atau warnanya beda.. Mbak Taty dapat kain batik ATBM perpaduan warnanya pink lembut dan hijau, satu stel : blus, kain dan selendang. Cantik banget deh ! Cuma ada satu. Mbak Sari beli beberapa sarung dan kain, Mbak Susi beli beberapa sarung kompeni. Dia sih baik, yang dipikirkan pertama kali adalah membelikan kain kemeja batik untuk suami tercinta.


Selesai belanja.. waktu tinggal 1,5 jam lagi. Pk 18.00 sudah harus ada di terminal. Mbak Susi menyarankan kami makan Mie Koclok. Katanya kalau gak nyobain Mie Koclok sepertinya kurang lengkap. Lalu kami menuju ke Jalan Siliwangi. Mie Koclok (bukan Mie Kocok) ini, pernah masuk televise acara kuliner Mak Nyoss. Kami yang perempuan mencoba masing-masing setengah porsi. Kecuali untuk si mas-mas dan para supir masing-masing satu porsi. Rasanya? Tanya Mas Budi dan Mas Anto deh.. mereka suka sekali, meski penampilan mienya kurang menyakinkan. Kata Mbak Susi “ don’t judge the book from its cover” , untuk mie ini, ungkapan tersebut berlaku juga..

It's time to go home.. keretanya lepas landas (he..he..) pk 18.30. Sampai di terminal Pk 18. bye-bye Cirebon.. kapan-kapan kesana lagi, mau lihat Istana Kanoman, Istana Kacirebonan, Masjid Agung Kasepuhan dan ke Rattan Village. Ingin coba juga spa. wah banyak deh.. Mudah-mudahan ada waktu dan kesempatan.

Terima kasih untuk Mbak Susilowati Natakoesoemah yang sudah jadi EO.

Jakarta, 21 November 2009

-meita-

Halal Bihalal 1430 Hijriah

Diselenggarakan pada tanggal 2 Oktober 2009 di Kediaman Taty Gobel
Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Mas Mukti Hanggono.
Dress Code : Batik. Bertepatan dengan pengakuan UNESCO bahwa batik adalah warisan budaya asal Indonesia.
Diadakan Tausyiah oleh Ustadz Lambang

Ulang Tahun Taty Gobel dan Budi Shambazy

Fun Tea Walk, Alumni FISIP UI, 3 May 2009

After Tea Walk, 3 May 2009

F.R.I.E.N.D.S




Berteman, bersahabat.. tidak hanya 5 atau sepuluh tahun, tapi ada yang sudah lebih 20 tahun berteman.. Mbak Iva angkatan 64, sudah berteman dengan Bang Thalib angkatan 62. Mas Suryo, suami Mbak Iva, angkatan 63. Mas Anto, angkatan 69. Yang terbanyak angkatan 78 dan 79. Ada Mas Adit, Mbak Sari, Mbak Tuti, Mbak Taty, Mbak Lucy, Mbak Susy, Mas Pinckey, Mas Hanggono, Mas Budi, Mbak Emma, Mbak Bunga. Yang lumayan "muda" angkatan 84: Meita, Hetty, Yayak. Sebenarnya sudah pada gak muda lagi... ,usia diatas 40, 50, ada yang sudah 60 tahun. Tapi Insya Allah kita tetap bersama menapaki kehidupan.. yang penuh dengan suka dan duka.. Bila suka kita berbagi bersama, bila duka saling menguatkan.. Keep smiling, keep shining knowing you can always count on me..

-mei-
20 April 2009

Say Good Bye, Bram Zakir

Mas Bram melambaikan tangan, say good bye.. , di RS MMC. Kami teman-temannya saat besuk, mengucapkan salam dan berdoa bersama dipimpim Mas Jalil. Teman-temannya yang hadir saat
itu : Mbak Iva, Mbak Sari, Mbak Tati, Mas Anto, Mas Jalil, Mas Pinckey, Mas Adit, Mbak Tuti, Mbak Lucky dan Meita. Dikesempatan lain, Hetty dan Mbak Lucy juga turut besuk.
























31 JANUARI 2009,

Bram Zakir menghadap Allah SWT, meninggalkan kenangan keceriaan yang pernah kita lampaui bersama..

Tidak ada canda tawamu lagi,
Tidak ada nyanyianmu lagi,
Tidak ada ucapanmu lagi.

Semua tinggal kenangan..

Selamat jalan Mas Bram, Semoga Allah SWT mengampuni semua dosa dan kekhilafanmu serta menerima semua amal shalehmu.
Amiin Ya Robbal Alamiin.
Doa kami senantiasa untukmu..


Mengenang Bram Zakir


Ibrahim Gidrach Zakir.
Mengenang 7 hari kepergiannya.

“Aku hadapkan wajahku kepada Yang Mencipta Langit dan Bumi sebagai orang yang condong kepada kebenaran, dan bukanlah aku termasuk orang yang menyekutukan Allah. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku untuk Allah Rabb semesta. Tiada sekutu bagiNya. Demikian itulah yang diperintahkan kepadaku, dan aku termasuk orang yang berserah diri kepadaNya.”

Doa iftitah (pembuka) ini senantiasa di ucapkan di awal shalat. Menunjukan ketundukan kita kepada Allah Sang Pencipta dan mengakui tiada Tuhan selain Allah SWT semata. Dan menyatakan kepasarahan atas segala ketentuanNya.

Insya Allah kita selamat, bukankah kita tidak pernah menyekutukan Allah? Begitu katamu. Dan yang terpenting lagi, jangan sampai kita meninggalkan shalat. “Selain shalat wajib, kamu shalat tahajud tidak? Kamu shalat dhuha tidak?” Begitu pertanyaannya kepadaku.

Bram Zakir adalah sosok manusia yang lebih mendekatkan diri kepada Allah. Katanya, “dulu aku nakal, kerjanya bikin sedih orangtua”. Waktu masih kecil pernah naik pohon dan jatuh, padahal sudah dilarang untuk panjat pohon. Lalu dimasa mudanya kerap berkelahi dengan teman-teman seumurnya. “Tapi kenakalan saya sebatas berantem saja, dan saya berani mempertanggujawabkan perbuatan saya,” ujarnya. Masa kuliah di FISIP UI, dikenal sebagai aktifis kampus yang gencar mengkiritisi kepemimpinan Orde Baru kala itu, dan bahkan pernah dipenjara.

Titik balik yang menyebabkan dirinya berubah adalah ketika tahun 2004 dokter menyatakan bahwa dia terkena Kanker Limpfoma, yang merupakan penyakit kanker ganas yang membuat nyaris nyawanya terenggut saat itu. Selain berusaha untuk berobat secara medis, Bram mendekatkan diri pada Allah SWT. Berserah diri. “Saya sering nagis kalau shalat, gak tahu kenapa?” kata Bram. Setelah itu, berangsur-angsur dia merasakan kesembuhan. “Sungguh saya merasakan suatu mukjizat”, ujar Bram.

Lalu dia mengisahkan perjuangannya melawan penyakit Kanker Limfoma di acara Peduli Kanker Limfoma, Bulan Ramadhan tahun 2008 lalu. Acara tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Kanker Indonesia bersama para survivor kanker dan anak-anak yatim. Berbuka puasa dengan anak-anak yatim saat itu berlangsung meriah di Hotel Reagent. Saat itu Bram makan semeja dengan Mbak Ussye survivor kanker payudara, dan saya survivor kanker serviks. Rasa syukur atas kesembuhannya itu, membuatnya mendirikan Paguyuban Masyarakat Peduli Limfoma. Beberapa mahasiswa yang ingin membuat penelitian tentang survivor kanker kerap mewawancarainya, katanya ”aku baru saja diwawancarai mahasiswa, eh dia pakai ngasih hadiah segala, padahal aku bilang gak usah. Tapi dia tetap ngasih, hadiahnya ini nih dasi, he..he.. Aku bilang wah saya sudah lama sekali tidak pakai dasi.”

Namun, kurang lebih sebulan setelah Bulan Ramadhan, mulailah keluhan itu terjadi, diawali dengan sakit di dada. Lalu Bram Check-up di Klinik Paramita di Warung Buncit. Hasilnya katanya ada kelainan jantung lalu dia berkonsultasi dengan Dokternya di RSCM. Berangsur-angsur sakit di dadanya hilang, tapi yang terjadi adalah sesak napas. “ngap-ngapan”, katanya. Lalu Bulan Desember 2008, mulailah Bram bolak balik ke RS MMC, dan dinyatakan oleh dokter menderita Kanker Lever. Berikut adalah pesan singkat yang dikirim olehnya melalui ponselnya:





(foto seminggu sebelum masuk rumah sakit)

12 Desember 2008, pk 09.51

Getah bening tdk ada masalah. Ada tumor di lever. Untuk tahu jenis tumornya,harus di biopsi. Untuk persiapan biopsi lever tadi malam sudah diperiksa lab ttg fungsi lever dsb. Belum ada tindakan medis sebelum tahu jenis tumor di lever. Cuma dikasih pain killer untuk menahan sakit dorongan leveritu, tapi gak pernah diminum.

15 Desember 2008, pk 11.43.

Aku tadi pagi jam 7.30 sudah konsultasi dengan dokter yang mau biopsi, dan dijadwalkan hari Rabu. Tapi aku mau ketemu Dr Aru di RSCM nanti jam 12. Sekarang lagi stationaire di Rumah Fatie, tunggu waktu.

16 Desember 2008, pk 13.43

Belum tentu juga, musti periksa laju endap darah dan tensi

16 Desember 2008, pk 14.23

Aku masih belum tahu berapa lama disini. Kalo mau nengok ke rumah aja.

16 Desember 2008, pk 15.40

Tindakan ditunda lagi, karena ada banyak cairan di daerah lever. Dikasih obat keluarkan cairan untuk 3 hari. Baru nanti sesdh 3 hari di biopsi. Ternyata harus dirawat 2 hari kalau biopsi lever.

16 Desember 2008, pk 15.45

Iya, dikasih obat utk 3 hari dan ada satu tes darah lagi. Baru nanti biopsi atau tidak.

16 Desember 2008, pk 15.52

Tadi di kasih obat. Jangan khawatir, yang tangani aku hepatolog. Jagoan kok.

16 Desember 2008,

pk 16.06 Iya Mei, aku otw pulang.

21 Desember 2008, pk 17.53

Di atas tempat tidur, aku makan soto mie tadi.

21 Desember 2008, pk 17:57

Tapi sekarang udah mual lagi.

21 Desember 2008, pk 22.25

Aku otw ke MMC, perut mules dan mual tidak tertahan, lgs rawat inap

22 Desember 2008 07.38

Aku di kamar 310

22 Desember 2008, pk 23.13

Amiin Ya Robbal Alamin. Mualnya udah hilang, tapi sakit perutnya gak pergi-pergi. Tks doanya ya Mei.

22 Desember 2008, pk. 23.25

Iya gak apa-apa kalau mau besok besok pagi boleh.

25 Desember 2008, pk 07.15

Masih banyak cairan. Jadi belum ada rencana tindakan apa-apa.

28 Desember 2008, pk 06.40

Mulutnya dari kemarin rasanya keriiiing sekali. Mungkin gara-gara obat yang dapat baru. Belum makan.

28 Desember 2008, pk 06.40 Dirumah, aku lagi kesakitan terus.

30 Desember 2008, pk 07.24 Aku lagi sendiri di kamar. Tks doanya.

31 Desember 2008, pk 10.00

Iya Mei. Insya Allah. Dengan doa aku bisa bertahan.

1 Januari 2009, pk 00.33 Selamat tahun baru Mei

1 Januari 2009, pk 08.55 Masih aja Mei, ya agak kurang sedikitlah. Memang luar biasa kali ini.

1 Januari 2009, pk 09.02

Sakitnya masih aja Mei. Ini aku ganti kaos terus kringet dingin terus-terusan. Kamu jangan sakit dong.

4 Januari 2009. Bram Zakir kembali dirawat di rumah sakit, kamar 412. keadaanya semakin lama semakin lemah.. aku terus terus berdoa. Tidak ada yang dapat dilakukan selain berdoa.. SMS terakhirnya adalah “Amiin ya Robbal alamiin”. Setelah itu dia tidak menjawab lagi, karena sudah sangat lemah.. Berusaha sesering mungkin membesuknya, bedoa dan memberi semangat, terakhir aku hanya bisa

mngatakan sabar, pasrah dan berserah diri.. Ucapan yang terakhir kepadaku adalah ,” doakan aku ya ..”

31 Januari 2009. pk 01.45

Innalilahi wa Inailaihi Rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Ibrahim Gidrach Zakir, temanku yang baik hati. Mas Bram sangat mencintai keluarganya. Semoga keluarganya diberi ketabahan dan kesabaran. Ratusan keluarga, kerabat, alumni,aktivis, politisi dan wartawan mengiri kepergiannya. Orang sebaik Mas Bram tentunya Allah SWT membukakan pintu Jannah untuknya dan dijadikannya alam barzakh sebagai taman dari salah satu taman surgaNya.

Amiin ya RobbalAlamiin









BUKA PUASA BERSAMA DI BARCODE

Jumat, 26 September 2008 / 26 Ramadhan 2008

Sudah menjadi tradisi setiap tahun di Bulan Ramadhan kita menyelenggarakan ifthar alias buka puasa bersama. Tahun lalu di Urban Kitchen, senayan City.. tapi keasyikan ngobrol, akhirnya berlanjut ke Toraja Cafe..

Kali ini diselenggarakan di Barcode, Kemang. Suasananya asyik, outdoor. Meski demikian, kita tetap sholat berjamaah di mushola. Yang jadi Imam. KH. Bram Zakir MZ (masih saudara sama Zaenudin MZ, saudara jauh, jauuh sekali ). Yang ngisi khutbah Gus Muk, alias Mukti alias Kimung.. sesepuh kita di ILUNI FISIP. Waktu dan tempat kami persilahkan... he..he.., temanya
Menjaga Kesehatan..








-meita-